abouT Me

Foto saya
Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
” Tiada hidup tanpa kegagalan,Kekalahan , dan Kejatuhan………… Berdiri Tegak Kembali... Jangan memandang Ke belakang , Masa lalu tlah berlalu... HiduP terUs BerJalan

Senin, 20 Desember 2010

e-COMMERCE ( Electronic Commerce )

e-COMMERCE ( Electronic Commerce )

Tujuan Instruksional Umum :
1. Mahasiswa mengenal e-commerce beserta aplikasinya.
2. Mahasiswa mengenal infrastruktur dan layanan dukungan terhadap e-commerce.
3. Mahasiswa mengenal aplikasi inovatif e-commerce.
4. Mahasiswa mengenal permasalahan-permasalahan e-commerce.

Tujuan Instruksional Khusus :
1. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian e-commerce serta ruang lingkup, batasan, keuntungan dan jenis-jenis dari e-commerce.
2. Mahasiswa dapat menjelaskan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada perdagangan buiness-to-consumer, layanan industri di e-commerce dan pelelangan elektronik.
3. Mahasiswa dapat menjelaskan aktivitas B2C penelitian pasar, periklanan dan layanan terhadap pelanggan.
4. Siwa dapat menjelakan business-to-business dan aplikai kerjasama dagangnya.
5. Mahasiswa dapat menjelakan aplikai e-commerce lainnya seperti e-government, mobile commerce.
6. Mahasiswa dapat menjelaskan infrastruktur e-commerce dan layanan pendukung seperti pembayaran, logistik dan lain sebagainya.
7. Mahasiswa mengerti permasalahan-permasalahan yang terjadi sehubungan dengan e-commerce.



Gambar Rincian Pembahasan Electronic Commerce


Pengertian E-Commerce
E-Commerce adalah singkatan dari Electronic Commerce yaitu pembelian, penjualan dan pertukaran barang atau layanan dan informasi secara elektronik yaitu melalui jaringan komputer terutama internet. E-Commerce dapat diartikan dengan sangat luas, tidak hanya pembelian atau penjualan barang, tetapi juga layanan terhadap pelanggan, kerjasama dengan rekan bisnis serta membangun transaksi secara elektronik antara organisasi.

Jenis-Jenis E-Commerce
E-Commerce terdiri atas beberapa jenis, yaitu sebagai berikut :
1. Collaborative Commerce (C-Commerce) Kerjasama secara elektronik antara rekan bisnis. Kerja sama ini biasanya terjadi antara rekan bisnis yang berada pada jalur penyediaan barang (supply Chain).

2. Business-to-Consumers (B2C)
Penjual adalah suatu organisasi dan pembeli adalah individu.
3. Consumer-to-Business (C2B) Pada jenis ini, konsumen memberitahukan barang atau layanan yang dibutuhkannya, dan selanjutnya organisasi-organisasi bersaing untuk menyediakan barang atau layanan tersebut kepada konsumen.
4. Consumer-to-consumer
Penjualan barang atau layanan antara individu.
5. Intrabusiness(Intraorganizational)Commerce Pada jenis ini, organisasi menggunakan E-Commerce untuk meningkatkan kegiatan operasi organisasinya. Hal ini dikenal juga dengan sebutan Business-to-Employee (B2E).
6. Government-to-Citizens (G2C) and to others Pemerintah menyediakan layanan kepada masyarakat melalui teknologi E-Commerce. Pemerintah juga dapat melakukan bisnis dengan pemerintah lain (Government-to-Government/ G2G) demikian juga dengan organisasi lain (Government-to-Business / G2B).
7. Mobile Commerce (m-Commerce)
E-Commerce yang dilaksanakan pada lingkungan tanpa kabel (wireless environment), seperti menggunakan telepon seluler untuk akses internet.

Sejarah dan Ruang Lingkup (Scope) E-Commerce
Aplikasi e-commerce telah ada sejak awal tahun 1970 dengan inovasi sebagai transfer dana secara elektronik. Pada saat itu, aplikasi e-commerce tersebut digunakan masih terbatas untuk perusahaan-perusahaan besar, dan hanya sedikir perusahaan-perusahaan kecil yan gmemiliki keberanian untuk menggunakan aplikasi e-commerce tersebut. Selanjutnya, dengan adanya pertukaran data secara elektronik atau dikenal dengan Electronic Data Interchange (EDI), menambah berbagai macam proses transaksi lainnya dan memperluas jumlah pihak yang menggunakan e-commerce. Sejak maraknya penggunaan internet dan pengenalan Web di awal tahun 1990, e-commerce semakin meluas.
Terdapat berbagai macam aplikasi e-commerce, diantaranya home banking, shopping in electronic malls, buying stocks, finding a job, lelang, kerjasama secara elektronik dan lain sebagainya. Implementasi dari berbagai macam aplikasi e-commerce tergantung atas empat kategori utama, yaitu : manusia, kebijakan umum, pemasaran/periklanan, dan logistik (Supply Chain Logistic).

Keuntungan E-Commerce
Keuntungan-keuntungan e-Commerce beraneka ragam dibagi berdasarkan pihak yang diuntungkan, seperti di uraikan berikut ini :
1. Untuk Organisasi
• Memperluas pasar perusahaan ke pasar nasional bahkan internasional.
• Memungkinkan perusahaan untuk memperoleh barang atau layanan dari perusahaan lain secara cepat dengan biaya yang minimal.
• Mempersingkat atau mengurangi jalur distribusi pasar (marketing distribution channel). Barang jadi lebih murah dan keuntungan menjadi lebih tinggi.
• Dapat mengurangi inventori barang dengan memfasilitasi pull-type supply chain management. Ini memungkinkan modifikasi produk dan mengurangi biaya inventori.
• Membantu bisnis kecil untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar.
• Mengurangi (sebanyak 90%) biaya pembuatan, proses, penyaluran, penyimpanan, dan mendapatkan informasi dengan adanya proses digital.

b. Untuk Pelanggan
• Menyediakan produk-produk dan layanan yang tidak mahal dengan memungkinkan konsumen untuk melakukan perbandingan secara online.
• Memberikan konsumen lebih banyak pilihan.
• Memungkinkan konsumen untuk melakukan transaksi dalam 24 jam sehari, hampir di mana saja.
• Memberikan informasi yang relevan dalam hitungan detik.
• Memungkinkan konsumen untuk mendapatkan produk yang dapat dimodifikasi dengan harga yang bersaing.
• Memungkinkan bagi orang untuk bekerja dan belajar di rumah.
• Memungkinkan lelang secara elektronik.
• Memungkinkan konsumen untuk berinteraksi pada komunitas elektronik dan untuk bertukar pikiran dan membandingkan pengalaman.

c. Untuk Masyarakat
• Memungkinkan tiap individu untuk bekerja di rumah dan mengurangi berpergian, sehingga mengurangi kepadatan jalan raya, polusi udara.
• Memungkinkan barang-barang dijual dengan harga yang rendah, sehingga meningkatkan taraf hidup masyarakat.
• Memungkinkan orang untuk membangun negara dan daerah-daerah desa untuk menikmat produk-produk dan layanan yang tidak ada jika tidak melalui e-commerce. Hal ini termasuk kesempatan untuk mempelajarai profesi dan memperoleh gelar sekolah atau untuk mendapatkan perawatan kesehatan.
• Memfasilitasi pemberian pelayanan umum, hal ini mengurangi biaya distribusi dan kesempatan terjadinya penipuan, serta meningkatkan kualitas layanan sosial, kerja polisi, layanan kesehatan dan pendidikan.

Batasan dan Kegagalan E-Commerce
Disamping keuntungan-keuntungan, e-commerce juga memiliki batasan atau kekurangan-kekurangan, sebagai berikut :
1. Batasan Teknis
• Kurangnya pengakuan standar secara universal untuk kualitas, keamanan dan kehandalan.
• Bandwidth telekomunikasi yang tidak mencukupi.
• Masih melibatkan tools pengembangan perangkat lunak.
• Kesulitan dalam mengintegrasikan Internet dan perangkat lunak e-commerce dengan aplikasi-aplikasi lain dan basis data.
• Memerlukan web server khusus sebagai tambahan untuk server jaringan.
• Mahal dan ketidaknyamanan akses internet untuk pengguna.

2. Batasan Non Teknis
• Permasalahan legal yang tidak terpecahkan.
• Kurangnya peraturan pemerintah dan standar industri nasional maupun internasional.
• Kurangnya metodologi yang mapan untuk menjamin penyesuaian dan keuntungan dari e-commerce.
• Banyak penjual dan pembeli menunggu e-commerce stabil, sebelum
mereka terlibat di dalamnya.
• Penolakan pelanggan untuk berubah dari toko nyata secara fisik menjadi
toko virtual. Orang belum begitu percaya terhadap transaksi tanpa tatap
muka secara langsung.
• Persepsi bahwa e-commerce mahal dan tidak aman.
• Jumlah penjual dan pembeli yang tidak mencukupi untuk keuntungan
operasi e-commerce.

Aplikasi Business-to-Consumer
Aplikasi Business-to-Consumer adalah aplikasi yang digunakan untuk melakukan transaksi antara suatu organisasi dengan konsumen.
1. Perdagangan Elektronik, Toko dan Mall
Perdagangan Elektronik adalah penjualan langsung produk atau layanan melalui toko elektronik, mall elektronik yang biasanya dirancang dengan katalog elektronik dan atau pelelangan elektronik.
E-commerce memungkikan konsumen untuk membeli barang dari rumah dalam waktu 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dengan menawarkan berbagai macam jeni sbarang dan layanan termasuk barang yang sangat unik, dan biasanya dengan harga yang sangat rendah.

a. Toko Elektronik (Electronic Storefronts)
Toko elektronik dapat merupakan perluasan dari toko fisik yang melayani pembelian barang atau layanan secara elektronik. Layanan yang biasanya diperdagangkan pada toko elektronik adalah layanan perjalanan (traveling), electronic banking, asuransi, pencarian pekerjaan dan lain sebagainya.

b. Mall Elektronik (Electronic Malls)
Mall elektronik yang juga dikenal dengan nama cybermall atau e-mall, adalah kumpulan toko-toko pada suatu alamat internet. Tujuan utama dari mall elektronik adalah sama dengan mall biasa pada umumnya yaitu menyediakan tempat perbelanjaan yang menawarkan berbagai macam produk atau layanan. Setiap mall elektronik dapat terdiri dari banyak perusahaan.

Permasalahan pada Perdagangan Elektronik (Issues in e-tailing)
Permasalahan-permasalahan yang terdapat pada perdangan elektronik adalah :
• Channel Conflict
Untuk perusahaan jenis click-and-mortar, maka akan terjadi konflik antara penyalur biasa (toko fisik) dan penjualan secara online (toko elektronik).
• Order Fulfillment
Perdagangan elektronik mengalami kesulitan untuk mengirimkan barang dengan jumlah yang sangat sedikit ke banyak pembeli, sebab hal ini dapat mengeluarkan biaya yang sangat mahal.
• Kemampuan pedagang elektronik untuk berhasil
Kebanyakan toko yang melaksanakan perdagangan murni secara elektronik saja tidak dapat bertahan. Perusahaan dalam hal ini mengalami permasalahan dengan hal mendapatkan pelanggan, pemenuhan pesanan dan peramalan permintaan.
• Konflik dalam organisasi Click-and-mortar
Suatu perusahaan yang melakukan penjualan juga secara online untuk mendukung tokonya, akan mengalami konflik dengan operasi yang telah ada. Konflik dapat terjadi di bagian harga, alokasi sumber dana dan lain sebagainya.
• Kurangnya dana
Model atau cara menghasilkan pendapatan yang tidak benar.
Contohnya : banyak perusahan dot com yang menghasilkan pendapatan melalui iklan. Model atau cara ini tidak benar, karena terlalu banyak perusahaan dot com bersaing diantara sedikit iklan.

2. Industri Layanan Online
Penjualan barang atau layanan melalui internet, dapat mengurangi biaya (cost) perusahaan. Namun pengurangan biaya tersebut tidak begitu besar dikarenakan barang tetap harus dikirimkan secara fisik. Hanya sedikit produk-produk yang berupa digital dan dapat dikirimkan secara online. Sementara pengiriman layanan dapat dilakukan sepenuhnya melalui elektronik. Untuk itulah industri atau bisnis layanan secara online berkembang sangat pesat.

Beberapa layanan online utama adalah sebagai berikut :
a. Cyberbanking
Cyberbanking adalah bank elektronik yang melaksanakan aktivitas-aktivitas perbankan secara elektronik. Ini adalah layanan perbankan melalui situs internet. Situs bank berfungsi seperti layaknya sebuah kantor cabang. Nasabah bisa cek saldo, bayar tagihan, transfer dana, membandingkan rencana tabungan, menukar hadiah, dan mengajukan pinjaman melalui perbankan internet ini.




b. International and Multiple-Currency Banking
c. Online Securities Trading
d. Pemasaran Pekerjaan Online (The Online Job Market)
Internet menyediakan tempat untuk pencarian kerja dan untuk perusahaan mencari pekerja yang tepat bagi perusahaannya. Pasar pekerjaan online ini digunakan oleh : pencari kerja, pemberi tawaran pekerjaan, perusahaan perekrutan dan newsgroup.


e. Travel
Dengan menggunakan internet, orang dapat merencananakan mengekplorasi serta menyusun perjalanan. Orang dapat melakukan perbadingan harga, sehingga dapat memilih atau merencanakan perjalanan dengan biaya yang lebih hemat.
f. Real Estate
E-commerce akan memberikan kemudahan bagi pelanggan industri real estate, salah satunya pelanggan dapat melihat berbagai macam bangunan pada layar sehingga dapat menghemat waktu pelanggan dibandingkan harus datang langsung ke real estate tersebut. Selain itu. Pelanggan juga dapat mengurutkan dan mengatur bangunan sesuai dengan kriteria, tampilan, interior yang diinginkan.

3. Lelang (Auctions)
Lelang adalah mekanisme pasar dimana penjual memberikan penawaran dan pembeli memberikan penawaran harga atau yang disebut dengan bid. Lelang terbagi atas dua bagian utama, yaitu Forward Auction dan Reverse Auction.
1. Forward Auction
Penjual menawarkan satu atau lebih barang atau layanan kepada banyak pembeli.
• English Auctions
Pembeli memberikan tawaran harga atau melakukan bid terhadap suatu barang. Tawaran akan barang tersebut terus meningkat sesuai dengan tawaran harga berikutnya. Penawaran harga tertinggi adalah pemenangnya.
• Yankee Auctions
Lelang jenis ini pada dasarnya sama dengan english auction, hanya saja barang yang dilelangkan atau ditawarkan lebih dari satu.
• Dutch Auctions
Barang yang dilelang biasanya berjumlah banyak namun untuk barang yang sejenis. Harga ditetapkan dari paling tinggi, yang selanjutnya berkurang atau menurun sejalan dengan perhitungan waktu.
2. Reverse Auction
Lelang ini terjadi ketika seorang pembeli ingin membeli suatu barang. Selanjutnya perusahaan-perusahaan diundang untuk menawarkan barangnya beserta harga (melakukan bid). Perusahaan dengan tawaran harga terendah yang akan memenangkan lelang tersebut.
3. Bartering
Barter adalah kegiatan pertukaran barang tanpa ada transaksi keuangan.



Penelitian Pasar, Periklanan dan Layanan terhadap Pelanggan
1. Konsumen dan Prilakunya
Untuk membangun B2C yang berhasil, perlu diketahui siapa saja pelanggan yang berpotensi. Dengan demikian, perusahaan atau toko-toko dapat mempersiapkan strategi pasar dan periklanan berdasarkan informasi tersebut. Setelah mengetahui pelanggan yang berpotensi, maka dapat ditentukan barang-barang apa saja yang diinginkan oleh sekelompok konsumen tertentu. Hal ini merupakan peran utama dari penelitian pasar.
2. Penelitian Pasar
Penelitian pasar dilakukan secara offline, dengan tujuan untuk mengetahui apa motivasi konsumen melakukan pembelian barang. Hal ini dilakukan dengan membangun suatu model di internet untuk mengetahui hal apa yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli suatu barang. Dari penelitian tersebut, diperoleh bahwa dua hal yang mempengaruhi pelanggan dalam membeli barang adalah individu konsumen itu sendiri dan faktor lingkungan. Hal ini semakin memperjelas bahwa banyak hal yang perlu diketahui penjual dari pelanggan¬-pelanggannya.
a. Tanyakan Pelanggan Apa yang Diinginkan
Untuk mengetahui apa yang diinginkan pelanggan, suatu perusahaan dapat menggunakan media internet yang menyediakan cara yang cepat dan mudah untuk hal ini. Cara termudah adalah dengan meminta pelanggan untuk mengisi form elektronik atau pertanyaan elektronik melalui internet. Namun, tidak semua pelanggan akan bersedia mengisi atau menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Hal ini membuat perlu ada cara lain untuk mengetahui apa yang diinginkan pelanggan.
b. Menelusuri Aktivitas Pelanggan di Web
Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apa yang diinginkan pelanggan adalah dengan mengamati kegiatan pelanggan di internet. Penelusuran terhadap kegiatan pelanggan dilakukan berdasarkan cookies atau pendekatan lainnya. Salah satu tools yang sangat menarik digunakan untuk menelusuri pelanggan adalah intelligent agents, yang juga memberikan bantuan terhadap pelanggan dalam berbelanja disamping menelusuri kegiatan pelanggan di internet.
3. E-Commerce Intelligent Agents
Agen adalah program komputer yang menjalankan tugas-tugas, melakukan pencarian dan memperoleh informasi, mendukung pengambilan keputusan dan bertindak sebagai ahli. Terdapat berbagai macam jenis agent, mulai dari software agent yang tidak memiliki keahlian sampai dengan learning agent yang menunjukkan keahlian. Agent dengan keahlian berbeda dengan mesin pencari (search engine). Agent dengan keahlian menggunakan ahli dan basis data pengetahuan, serta kemampuan untuk bertindak lebih dari sekedar mencari dan menyocokkan.
a. Agent Pencari dan Penyaring (Search and Filtering Agents)
Suatu agent dapat membantu pelanggan untuk memutuskan produk atau barang apa yang terbaik sesuai dengan profil dan kebutuhan pelanggan.
b. Agent Pencari Produk dan Perusahaan (Product-and-Vendor-Finding Agents)
Agent juga dapat membantu pelanggan dalam melakukan perbandingan harga disaat seorang pelanggan telah mengetahui inign membeli barang apa. Pada situasi tersebut, agent akan mencarikan perusahaan-perusahaan yang menjual barang tersebut, dan membantu melakukan perbandingan harga dari barang-barang yang ditemukan.
c. Membuat Profil Pelanggan dengan Menggunakan Intelligent Agents (Profiling Customers using Intelligent Agents)
Perusahaan-perusahaan mengumpulkan informasi tentang pelanggan dengan tujuan untuk membuat profil dari pelanggan-pelanggan tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan bantuan agent.

4. Pengiklanan Online
Pengiklanan adalah suatu usaha untuk menyebar luaskan informasi denga n tujuan untuk mempengaruhi transaksi penjualan dan pembelian. Pengiklanan secara online melalui internet, dinilai memiliki kelebihan dibandingkan dengan pengiklanan secara tradisional. Kelebihan-kelebihan tersebut diantaranya :
• Iklan di internet dapat diperbarui kapan saja dengan biaya yang kecil.
• Iklan di internet dapat menjangkau pembeli lebih luas, bahkan ke seluruh dunia.
• Biaya iklan di internet lebih kecil dibandingkan dengan iklan di media cetak, radio dan televisi.
• Penggunaan internet semakin berkembang cepat, sehingga akan lebih baik menempatkan iklan di internet dimana penggunanya atau pengunjungnya akan semakin bertambah.
1. Metode Pengiklanan
Berikut diuraikan beberapa metode atau cara pengiklanan online yang dapat digunakan :
a. Banners
Cara yang paling umum digunakan untuk pengiklan di internet adalah dengan menggunakan banner. Banner berisi teks, gambar, bahkan suara dan video clip dengan pesan singkat yang mempromosikan suatu barang atau perusahaan. Ketika pelanggan mengklik banner tersebut, maka pelanggan akan dialihkan ke halaman web dari pemilik iklan tersebut. Iklan memiliki dua jenis :
• Keyword Banners
Keyword banners muncul ketika pelanggan dilakukan query terhadap kata tertentu yang dimasukkan pelanggan pada mesin pencari. Iklan menggunakan keyword banners ini efektif untuk perusahaan yang ingin memperkecil ruang lingkupnya khusus untuk pelanggan yang tertarik pada suatu topik tertentu.
• Random Banners
Random banners muncul secara acak, dan bertujuan untuk memperkenalkan produk baru ke pengguna internet luas.
b. Pengiklanan melalui e-mail
E-mail merupakan sarana pengiklanan dan pemasaran yang lebih baik dengan biaya yang efektif, dan dengan laju respon yang tinggi dibandingkan metode pengiklanan lainnya. Permasalahan terkait dengan hal ini adalah spamming, yaitu pendistribusian pesan ke penerima tanpa seizin si penerima.
Terdapat juga bentuk-bentuk lain periklanan, diantaranya adalah dengan menggunakan radio internet atau pengiklanan terhadap anggota-anggota suatu komunitas di internet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar